Logo PersibanggaFC.com
Logo persibangga

Persibangga Purbalingga

Laskar Soedirman

Untuk Menyiasati Masalah Dana

PURBALINGGA – Kompetisi Divisi Utama LPIS 2013 sudah memasuki putaran kedua. Di laga perdana, Laskar Soedirman akan menghadapi PSS Sleman, kali ini Persibangga yang akan bertindak sebagai tuan rumah. Namun, laga yang sedianya di gelar di Stadion Goentoer Darjono itu diusulkan dipindah ke Stadion Maguwoharjo Sleman.

Persibangga Melawan PSS Sleman di Maguwoharjo

Pertandingan Persibangga Melawan PSS Sleman Beberapa Waktu Lalu (GarudaSoccer.com)

Menurut jadwal, pada 16 Juni 2013 Persibangga sedianya bertindak sebagai tuan rumah dan akan menjamu Elang Jawa di Stadion Goentoer Darjono. Namun CEO PT Persibangga Sportama, Rokhman Supriyadi mengusulkan agar pertandingan dipindah ke Stadion Maguwoharjo Sleman. Usulan tersebut masih dibahas dengan LPIS dan PSS Sleman. Diharapkan kepolisian juga mengeluarkan ijin untuk menggelar laga di Sleman.

Keputusan untuk memindahkan laga ke Sleman dilakukan bukan tanpa pertimbangan. Usulan itu untuk menyiasati masalah dana yang tengah mendera Persibangga. Pertandingan di Sleman diperkirakan akan dapat menjaring penonton lebih banyak. Dengan demikian, pendapatan dana dari tiket penonton dapat dimaksimalkan.

“Dana yang kami miliki telah habis untuk menjalani pertandingan di putaran pertama. Bahkan, gaji pemain untuk bulan Juni belum dibayarkan,” ungkap Rokhman.

Komitmen Mengikuti Kompetisi Hingga Akhir

Belakangan, badai krisis dana yang mendera beberapa tim Divisi Utama LPIS sampai juga ke Persibangga. Kondisi tersebut disebabkan minimnya dukungan sponsor. Selain itu subsidi dana yang dijanjikan LPIS juga sampai saat ini belum terealisasinya. Dana yang dikelola termasuk dari sponsor lokal dan pemegang saham sudah habis hingga putaran pertama selesai.

Menghadapi putaran kedua Divisi Utama LPIS, manajemen harus memutar otak untuk menggalang dana agar Persibangga dapat mengikuti kompetisi hingga selesai. Pasalnya, jika sampai mundur di tengah jalan, Persibangga terancam akan terdegradasi dan tidak bisa tampil pada Kompetisi Divisi Utama musim berikutnya. Oleh karena itu, manajemen berkomitmen untuk tetap membawa Persibangga sampai kompetisi berakhir.

10 Responses so far.

  1. laskar perwira says:

    nek jebule sg nnton ra akeh priwe???
    jlaskn prbandingn pndpatn d GGD n MIS…
    biar smw bs saling mngrti,trutama Braling Mania…

    • a says:

      di GGD pendapatan minus, gak nyampe 50juta….
      di MIS setiap laga bisa 400 juta lebih, pernah tembus setengah Milyar……

      • laskar perwira says:

        klo gto…smua laga dipindah k MIS aj,biar bs ada tambahn dana utk klangsungn hdup slma kompetisi,,,

        • a says:

          tapi kalau harus nyewa MIS juga mahal sepertinya,,belum untuk sewa hotel.. kemarin aja Persibangga ke MIS baru 1 hari sebelum pertandingan…masa ya mau di sana terus…duit darimana?

  2. laskar jensoed says:

    Saya sangat kecewa jika pertandingan Persibangga vs PSS d gelar d stadion MIS Sleman hanya karena krisis dana,apa lebih penting dana dari pada meraih poin penuh???

  3. bona says:

    Sleman pasti penuh.setiap pertandingan menghasilkan 420jt.penting dana mas,main di kandang blm tentu dpt pon penuh.apalg lawan PSS yg bertabur bintang.manajemen memang hrs berpikir realistis

  4. lukman says:

    klo maen di sleman persibangga smw biaya ditanggung oleh pihak sleman n dpt akomodasi.smw jelas memperlihatkan buruknya management persibangga. smg ada perbaikan kedepannya

  5. nongkie says:

    waduh…….blom apa apa udah dana, wes melu Tarkam baen genah…..akibat tergiur jani manis…..wkwkkwkw

  6. opik braling says:

    Wah kayaknya Persibangga salah memilih Liga nich, makanya ikut yang Liga Indonesia aja jangan LPIS yang banyak bohongnya

Leave a Reply