Logo PersibanggaFC.com
Logo persibangga

Persibangga Purbalingga

Laskar Jenderal Soedirman

Diwarnai Dua Kartu Merah

PURBALINGGA – Persibangga Purbalingga berhasil memenuhi target kemenangan dalam laga melawan Persemalra Maluku Tenggara Minggu (5/5). Gol tunggal Gunaryo di menit 65 memastikan tambahan 3 poin untuk Persibangga. Pertandingan dilangsungkan di Stadion Goentoer Darjono, namun Persibangga kali ini bertindak sebagai tamu.

Laskar Soedirman sempat kewalahan di babak pertama menghadapi Persemalra yang bermain solid. Anak asuhan Ritham Madubun mampu merepotkan pemain belakang Persibangga dengan serangan balik yang mengejutkan.

Di babak pertama, Persibangga mendominasi penguasaan bola, namun serangan yang dibangun dengan kerjasama antara kapten Farikhin dan duet striker Gunaryo-Saptono kerap kandas karena rapatnya pertahanan Persemalra.

Persemalra Maluku Tenggara melawan Persibangga Purbalingga

Suasana Pertandingan Persemalra vs Persibangga (divisiutama.co.id)

Di babak kedua pemain Persibangga mencoba melakukan variasi serangan dengan menggandalkan wing back Voller Ortega dan Asep Rudianto. Di lapangan tengah kerjasama Galih Tri Handoko dan Farikhin mencoba mengoyak pertahanan Tombak Merah dari Timur -julukan Persemalra-.

Gol semata wayang Persibangga bermula dari tendangan bebas Galih di sisi kakan pertahanan Persemalra. Bola dari Galih disontek pelan dengan kaki kanan oleh Gunaryo tanpa mampu dihalau kiper Delsius Ohoi Lulin. Kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persibangga.

Ketinggalan satu gol membuat Persemalra seperti terlecut. Kedua tim juga bermain kian atraktif dan keras. Akibatnya di menit ke 74 wasit Marhali terpaksa mengeluarkan dua pemain akibat akumuluasi kartu kuning. Masing-masing pemain Persemalra Andreas Kaanubun dan kapten kesebelasan Persibangga Farikhin. Keduanya terlibat pelanggaran keras.

Pelatih Persibangga Ahmad Muhariah mengaku puas dengan kemenangan tipis tersebut. Hanya saja dia menyesalkan dikeluarkannya Farikhin oleh wasit. Dia mengakui pertahanan Persemalra memang sulit ditembus. Pelatih Persemalra Ritham Madubun mengatakan kedua tim bermain bagus. “Sayangnya wasit kurang tegas sehingga pemainnya sempat tersulut emosi,” terangnya.

Leave a Reply