Logo PersibanggaFC.com
Logo persibangga

Persibangga Purbalingga

Laskar Jenderal Soedirman

PURBALINGGA – Manajemen kesebelasan Persibangga Purbalingga dilanda kebimbangan. Pasalnya sejumlah masalah membelit kesebelasan divisi utama tersebut menjelang berputarnya roda kompetisi. Salah satunya belum adanya investor yang siap mendanai tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman tersebut. “Kami akan secepatnya melakukan rapat dengan jajaran manajemen untuk segera menentukan sikap,” kata Manager Persibangga, Martoyo, Senin (2/2).

Persibangga Kesulitan Keuangan

Pemain Persibangga dalam pertandingan beberapa waktu lalu

Selain masalah belum adanya investor, menurutnya manajemen Persibangga juga masih menunggak gaji pemain di musim kompetisi tahun lalu. Hingga saat ini masalah kekurangan gaji pemain sekitar tiga bulan itu masih belum terselesaikan. “Kami juga dikejar-kejar pemain musim lalu. Mereka minta untuk segera dilunasi. Namun kami belum ada anggaran untuk melunasinya,” ujar Martoyo.

Dia juga akan meminta CEO PT Persibangga Sportama H Rohman Supriyadi untuk segera mengumpulkan manajemen untuk membahas nasib tim tersebut. Apabila memang tidak ada kejelasan mengenai investor, sebaiknya segera melaporkan kepada jajaran komisaris. “Jika memang masih tetap berkeinginan untuk bertanding di divisi utama, harus segera mencari investor,” lanjutnya.

Sementara itu Pelatih sementara Persibangga Alip Imam mengatakan secara kualitas teKnik sangat sayang apabila Persibangga tidak bisa ikut kompetisi. Apalagi jika alasannya terkait masalah dana. Pasalnya kendati hanya diperkuat pemain lokal, Persibangga mampu tampil bagus di sejumlah pertandingan ujicoba dan pemanasan menjelang kompetisi. “Semoga manajemen bisa mencari jalan keluar,” harapnya.

Di turnamen Bupati Cilacap Cup Januari lalu Persibangga mampu menjadi finalis. Di babak penyisihan, Persibangga mengalahkan PSCS Cilacap 2-1 dan di semifinal mengalahkan PPSM Sakti Magelang dengan 6-5. Di final Persibangga kalah 0-2 dari Persibas Banyumas. Sedangkan saat ujicoba dengan Persis Pekalongan di Stadion Kota Batik, Jumat (30/1) lalu, Persibangga juga kalah 0-2. “Namun grafik permainan anak-anak terus menanjak,” tukas Alip Imam.

Koordinator supporter Persibangga yang tergabung dalam Braling Mania, Bangun Irianto mengatakan supporter memberikan dukungan penuh agar Persibangga bisa tetap eksis di kompetisi divisi utama. Mengenai solusinya pihaknya siap berembug dengan jajaran manajemen.

Diambil dari:FB Joko Santoso

Leave a Reply