Logo PersibanggaFC.com
Logo persibangga

Persibangga Purbalingga

Laskar Soedirman

CILACAP – Persibangga Purbalingga gagal menaklukan PSCS Cilacap dalam laga lanjutan Grup 3 Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Laskar Jenderal Soedirman harus mengakui kekalahan 2-0 dari Laskar Nusakambangan di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Selasa (29/4).

Seperti yang sudah diprediksi, pertandingan syarat gengsi tersebut berlangsung panas. Persibangga juga memberikan perlawanan yang tak bisa dipandang sebelah mata saat bertandang ke markas daerah tetangga se-eks karisidenan Banyumas tersebut.

Begitu babak pertama dimulai, tuan rumah PSCS Cilacap langsung menekan melalui sisi kanan lapangan. Dalam dua serangan awal, eks pemain Persibangga Purbalingga, Saeful Amar mengalirkan bola begitu deras kepada pemain sayap, Andri Siswanto. Permainan dengan tempo cepat, menjadi suguhan pada partai bergengsi derbi ngapak yang digelar pada malam hari di Stadion Wiajaya Kusuma Cilacap.

Sebuah peluang bagi Persibangga terjadi pada menit kedelapan. Sayang tendangan bebas yang di eksekusi Riski berhasil ditepis sang penjaga gawang PSCS, Ega Rizky. Selang beberapa menit kemudian, Saeful Bahri juga gagal manfaatkan peluang pada serangan baliknya. Tendangan pemain PSCS bernomor punggung 9 itu melambung di atas mistar gawang Persibangga yang dikawal Suchaimin.

Sundulan kepala Roberto Kwateh pada menit ke 12 menjadi gol pembuka pada pertandingan tersebut. Umpan crossing dari Saeful Bahri berhasil di maksimalkan pemain tuan rumah bernomor punggung 32 itu. Suchaimin sebetulnya bisa membaca arah bola. Namun dia gagal mengamankan bola yang meluncur tipis mistar gawangnya. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan PSCS Cilacap.

Koleksi gol Roberto Kwateh makin tak terkejar. Legiun asing asal Liberia itu kembali sarangkan bola ke gawang Persibangga di menit ke 24. Skenario gol kedua bagi PSCS dalam laga penuh gengsi itu tidak jauh berbeda dengan gol pertama. Sebuah umpan terobosan Saeful Amar dari kanan gawang, berhasil disodok dengan cepat. Alhasil ntuk kedua kalinya Suchaimin harus memungut bola dari dalam gawangnya. Skor 2-0 untuk PSCS.

Anak-anak asuhan Ahmad Muhariyah mencoba membangun serangan. Namun pergerakan sejumlah pemain barisan depan mereka, berhasil diredam Arief Syarifudin cs. Sebut saja Voller Ortega, Emeleu Serge yang berduet dengan Galih Tri Handoko tak dapat mengembangkan permainan dengan baik. Bola-bola dari sektor belakang yang coba di supply Suwarno cs selalu berhasil dipatahkan lini tengah tuan rumah.

Namun, berkat kekompakan lini belakang PSCS, tak satupun peluang lawan berhasil dikonversikan menjadi gol. Skor unggul 2-0 bagi tuan rumah, menjadi hasil akhir pertandingan.

“Dari segi permainan, tim kami sudah berusaha maksimal dan berikan perlawanan yang merepotkan PSCS Cilacap. Tetapi, pemain lawan memang lebih berhasil memaksimalkan peluang-peluang. Sejak awal sebetulnya saya sudah selalu mewarning tim untuk lakukan pengawalan ketat pada Kwateh. Tapi rupanya terjadi kesalahan yang kecil sekali hingga tercipta dua gol. Selamat untuk PSCS Cilacap yang sudah berhasil memenangkan pertandingan ini,” ungkap Ahmad Muhariyah, pelatih Persibangga.

Sedangkan Gator Barnowo, pelatih PSCS menyatakan strateginya kali ini sebagai buah dari evaluasi saat bermain lawan Persires Kuningan dan Persikab Bandung. “Satu hal yang menjadi catatan pertandingan ini, Persibangga memberikan perlawanan dengan ritme yang tinggi. Saya melihat stamina pemain cukup terkuras. Namun demikian, tim lawan juga masih tetap ragu-ragu untuk menekan. Strategi menurunkan pemain lapis kedua, itu juga menjadi taktik yang kami terapkan. Mengingat Persibangga sudah cukup mengenal karakter pemain kami yang tentu sudah mereka siapkan antisipasinya, ” papar Gatot. (Blogspot LanusCyber)

Leave a Reply